aku ikhlas

 Mengikhlaskan seseorang yang pernah menjadi sosok paling ku cari disaat dunia sedang tidak baik baik saja adalah bagian tersulit yang harus ku paksa lewati. aku harua memaksakan diriku mengikhlaskanmu yang pernah sangat berarti dan pernah sangat ku simpan rapih dalam hati.

aku pernah menjadi orang pertama yang selalu bertanya 'bagaimana harimu, apa semua baik baik saja?'. kamu selalu ingin memeluk ku disaat semua pasang mata berusaha membuatmu marah dan kecewa

ruang percakapan kita selalu penuh dengan banyak foto, kalimat hangat yang selalu bisa meyakinkanku bahwa cerita perjalanan ini akan berakhir begitu sempurna, hingga pada akhirnya semua berubah menjadi ruang penuh pelampiasan, kemarahan, dan keinginan untuk mengakhiri cerita cinta.

satu pesan singkat darimu malam itu sangat menyiksa ku tuan. dengan harap yang masih terus sama, dengan banyak angan yang masih belum terwujudkan, aku harus dipaksa merelakan apa yang pemah menjadi alasanku untuk selalu tersenyum. bagaimana bisa tuan, aku harus merelakan seseorang yang pemah dengan sepakat akan terus bersama. sekaligus merelakan segala janji. janji yang pernah terucap hingga aku begitu menaruh harap sangat dalam pada mu saat itu

harus memaksa diriku mengikhlaskanmu pergi, namun rasa sakitku tidak hanya sampai disitu tuan. aku juga harus memaksa diriku untuk terlihat baik baik saja disaat dirimu pergi rupanya sudah ada sosok lain yang dengan siap mengulurkan tangannya untuk menjadi bagian perjalananmu selanjutnya, tidak pemah terbayangkan rasa sakitnya akan sedalam ini, rasa sakit yang membekas dan butuh waktu lama sekali untuk merapihkannya 

setelah semua kalimat yang kutuliskan ini untukmu, setelah semua kenangan yang pemah terjadi antara kita, aku ingin kamu tau, tanpa permintaan maaf, aku sudah memaafkanmu. kamu sudah terlepas tanpa perlu ku lepaskan, dengan ketulusan yg pernah ku berikan, dengan segala kenangan yang masih ku usahakan untuk dilupa dan rasa sakit yang menjadi akhir dari cerita antara kita, aku mengikhlaskanmu.

selamat berkelana tuan, selamat melanjutkan perjalanan mu, karena aku pun begitu. Meskipun perjalanan cerita kita berbeda, kamu dengan sosok baru dan aku dengan rasa sakitku. kamu yang sudah menemukan pengganti, dan aku yang masih menyusun kembali luka di hati

"nama yang dulu selalu ku perjuangkan dalam doa, kini jadi nama yang paling kuat ku minta pada Tuhan untuk dapat mengikhlaskannya"


Komentar